Selasa, 07 April 2015

bahagia itu sih sederhana, katanya.........

gwe heran, apa sih sebenarnya bahagia itu....

cukup sederhana bukan, pertanyaan tadi, tapi ketika gwe tanya ke semua orang. satu persatu pada ngasih opini berbeda, seperti......

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana semangkuk mi ayam favorit dengan isi yang banyak, hangat dan gurih, saat hujan. Apalagi kalau ditraktir.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana melihat senyummu, mendengar tawamu, hanyut dalam keteduhan tatap matamu.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana tempat tidur dengan seprai dan sarung bantal guling yang baru. Masih mulus, adem, lagi wangi. Apalagi kalau ada konconya.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana pelukan. Ada yang demen meluk dari belakang, mendarat di punggung.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana berhasil meniru resep masakan, membuat menu baru sendiri dengan rasa yang lumayan.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana berhasil dapat nilai A dalam ujian. Lulus UN. Tanpa nyontek. Berhasil menjadi sarjana, atau meraih Master, Doktor, dan sejenisnya.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana mendapat pujian dari bos di kantor setelah berhasil menang pitching; dianggap punya ide brilian; dinilai berkepribadian baik; maupun bisa diandalkan.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana berhasil mengalami dan memberikan orgasme kepada pasangan.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana berhasil membeli tanah, rumah, atau kendaraan idaman dengan kemampuan sendiri. Konstan menabung setiap bulan selama beberapa tahun untuk mengumpulkan uang muka, lalu siap nyicil sisanya.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana menemukan toilet yang sangat bersih dan nyaman saat kebelet-kebeletnya.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana berhasil mendapatkan beasiswa ke luar negeri, mengalahkan ribuan kandidat lainnya.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana bisa mewujudkan impian orangtua. Menikah, memberikan cucu, memberangkatkan haji, mengajak mereka jalan-jalan ke luar negeri, memberikan kehidupan yang berkecukupan, membuat mereka selalu tertawa gembira.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana bertemu dengan orang yang bisa berbicara “bungul ikam tu!” atau “nggolek badokan yok, wis luwe arep semaput iki” setelah sepuluh tahun tinggal di Eropa.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana menemukan paman penjual Putu Labu yang dermawan memberi isi gula merah, dan menyajikan kelapa parut yang segar.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana bisa peluk cium dengan pasangan di mana saja dan kapan saja, tanpa harus takut-takut. Bukan peluk cium pamer atau syahwat yang tak terbendung, melainkan peluk cium sebagai ekspresi rasa sayang yang tak berkesudahan.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana menonton konser band favorit di luar negeri tepat saat isi tabungan mencukupi.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana segelas air putih dingin saat sedang haus-hausnya.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana sukses menghasilkan karya beraneka media. Bisa jadi buku, gubahan musik, lukisan, komik dan karya animasi, film, instalasi seni, desain busana, tata interior, rancangan arsitektur. Karya yang dihasilkan lewat idealisme dan bebas intervensi.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana bisa sahur dan berbuka puasa dengan orang-orang tercinta. Apapun menunya.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana masuk ke sebuah restoran ternama dengan predikat Michelin, memesan menu lengkap untuk lima jenis masakan ala fancy dining.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana bertemu pacar/suami/istri setelah terpisah sekian lama.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana mendengar anak kita yang masih bayi, tertawa untuk pertama kalinya. Atau saat ia mengucapkan kata utuh pertamanya: “ma-ma”.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana ketemu barang incaran yang sedang didiskon 70 persen.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana berasa jadi salah satu orang paling hipster. Selalu tahu dan mengalami hal baru lebih dahulu. Sudah mengenakan potongan busana jauh sebelum menjadi tren, sudah menjadi langganan kafe atau tempat nongkrong baru sebelum populer, sudah nonton film keluaran terbaru sejak penayangan perdana, sudah menggengam gadget keluaran termutakhir ketika harganya masih didongkrak habis-habisan.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana diterima setelah nembak.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana berhasil menyelenggarakan event yang “berbudaya”, dan mendapat respons luar biasa. Menuntaskan ide dan cita-cita. Menjadi buah bibir setelahnya.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana memberi nasi bungkus kepada pengemis renta yang ditemui di pinggir jalan.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana membantu orang lain mewujudkan ide dan gagasannya. Menghasilkan sesuatu yang positif, signifikan, dan bermanfaat bagi sesama.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana kentut tanpa malu-malu, dan tanpa malu-maluin.

Bahagia itu sederhana, katanya. Sesederhana… (silakan isi sendiri)



Setiap orang punya kebahagiaan versi masing-masing. Kita pun bisa duduk seharian, ngobrolin daftar ini tanpa ada habis-habisnya, lalu ketawa-ketiwi atau merasa senang karenanya. Meskipun begitu, waktu tetap berjalan, kehidupan terus bergulir. Kebahagiaan yang kita rasakan, menerakan pengalaman menyenangkan, segudang kenangan.

Begitupun tulisan ini, akan menyisakan bayangan-bayangan penuh kegembiraan, bila diakhiri di paragraf ini.

Berpisah dengan yang dicintai.

Berkumpul dengan yang dibenci.

Mendapat yang tidak diinginkan.

Luput dari yang diharapkan.



Waktu tetap berjalan, kehidupan terus bergulir. Perubahan tak dapat dihindari. Mereka yang optimistis, selalu yakin bahwa setelah satu kebahagiaan berlalu, akan ada kebahagiaan lain yang menyusul. Sedangkan mereka yang pesimistis, selalu murung karena menganggap bahwa hanya ada kesedihan tak berkesudahan. Sementara mereka yang realistis, siap menggapai kebahagiaan dan sanggup diterpa kesedihan.

Maafkan saya, jika harus menggugah Anda dari daydreaming yang menyenangkan. Hanya saja kita–manusia–tidak hanya tercipta untuk siap bahagia saja, namun beredar dalam kehidupan yang serba lengkap. Kendatipun lumrahnya, semua orang mengidamkan kebahagiaan, dan sebisa mungkin menghindari kesedihan.

Dari sederetan contoh “Bahagia itu Sederhana” sebelumnya, kita dihadapkan pada happy ending–akhir yang menyenangkan, ketika mampu menyisakan senyum terkembang. Jangan lupa kalimat saktinya: “waktu tetap berjalan, kehidupan terus bergulir.” Ada peristiwa, setelah sebuah peristiwa. Tergantung kita, sudah siap menghadapinya, atau masih belum move on dari sisa-sisa efek kejadian sebelumnya.


Berpisah dengan yang dicintai
Perpisahan mengikuti pertemuan layaknya bayangan. Tak perlu jauh-jauh berbicara tentang maut yang memisahkan sepasang kekasih, ketika sehabis kencan mingguan saja, dua sejoli terus bermesra-mesraan lewat udara. Plus kalimat andalan: “kangen banget nih…”

Berkumpul dengan yang dibenci
Wajar kiranya, apabila manusia selalu gandrung dengan hal-hal menyenangkan, dan anti terhadap semua yang bertolak belakang. Di kantor misalnya, akan terasa layaknya ruang penyiksaan ketika kita harus berurusan dengan musuh bebuyutan. Ingin cepat-cepat pulang kantor saja rasanya, nongkrong dengan teman-teman, walaupun pada kenyataannya harus kembali turun kerja keesokan harinya. Siklus.

Mendapat yang tidak diinginkan
Ekspektasi adalah muara dari semua yang kita kerjakan. Selalu ada harapan, target, capaian minimal dari daya upaya yang kita kerahkan. Maunya sih selalu berhasil dan berbuah kegembiraan, namun tak mustahil menuai kekecewaan. Hanya ada “ucapan terima kasih atas partisipasinya.”

Luput dari yang diharapkan
Lebih parah dari poin sebelumnya, luput berarti tidak mendapatkan apa-apa sama sekali. Boro-boro sesuatu yang diinginkan, ini malah tangan yang hampa. Benar-benar kehilangan. Bagaimanapun bentuknya, saya yakin Anda pasti pernah mencelus di dalam hati, ketika merasakan yang seperti ini.


Kebahagiaan dan kesedihan, berikut perolehan dan kehilangan. Sepasang realitas yang tidak terelakan. Kondisi yang tidak akan dapat kita hindari, selama masih berkutat dalam “keterkondisian” serta ketidakpastian. Malangnya, seumur hidup ini, kita dibiasakan untuk selalu rapat melekat dengan hal-hal yang membahagiakan, dan berlari sejauh mungkin dari hal-hal yang menyedihkan. Menjadi ilusi, bahwa kebahagiaan itu seperti permen bulat isi cokelat. Berlimpah jumlahnya dan menyenangkan. Menyisakan kesedihan yang dianggap laiknya bulatan-bulatan hitam dengan rasa pahit memuakkan.

Gandrung pada permen bulat isi cokelat. Kita lumat dengan mantap, untuk kemudian kita pegang sisanya erat-erat. Bahagia memang, pada awalnya. Hingga kemudian muncul kekhawatiran; “sisa berapa ya?”, “kalau nanti diambil sama dia, gimana ya?”, “cari di mana lagi ya?”. Kebahagiaan berangsur hilang.

Di pojok-pojok laci yang tak tersentuh, bulatan-bulatan hitam dengan rasa pahit didiamkan. Dijauhkan dari jangkauan anak-anak; mereka yang gandrung pada permen bulat isi cokelat. Hingga suatu saat, sang bocah menceret, diare, salah makan. Anda pun tahu bagaimana kelanjutannya. Setelah sang bocah pulih dari diarenya, baru terdengar celetukan: “syukur masih nyimpan.”

Situasi terbalik. Permen bulat isi cokelat tak lagi menyenangkan. Bulatan hitam yang rasanya pahit, tak lagi menakutkan.



Ketidakpastian membuat hidup kita penuh misteri. Apa yang akan terjadi semenit ke depan pun masih merupakan tanda tanya besar. Lantaran itu, kebahagiaan tak melulu berbuntut bahagia; kesedihan pun tak melulu berujung petaka. Larut dalam kebahagiaan, membuat kita terlena dari kenyataan. Sadar dalam kesedihan, membuat kita waskita akan kehidupan. Saya terdengar sok bijaksana? Memang. Sengaja.

Ya, bahagia itu memang sederhana. Sesederhana mampu bersyukur. Terhadap apa saja, itu pun kalau Anda bisa dan bersedia.

Dan sebagai manusia, bahagia itu memang sederhana. Sesederhana mampu merasakan berjuta pengalaman, kebahagiaan dan kesedihan, perolehan dan kehilangan, segalanya.


Yeah, I'm Grateful and Happy For No Reason.. I think this is The Greatest Happiness

Jumat, 20 Maret 2015

sedikit coretan yang mungkin gaa akan kesampaian !!!

Adikku yg tercinta
mari dengarkan suara dari keikhlasan hati ini
Ingatkah kau tentang malam-malam yg pekat yg telah kita tapaki dahulu?
Yang kita isi dengan canda, dengan cita, dengan mimpi, dengan harapan dan rencana.
Aku terkesim gwe biiia memilikimu
Sungguh terkesima

Abang...
Ku harap kau jangan berlalu dahulu
Karena jari ku belum terhenti menguntai kata
Tahukah kau wahai permata hatiku?
Dan masih ingatkah kau?
Tentang cerita lalu yang berujung canda
Tentang cerita lalu yang berujung tangis
Dan tentang cerita lalu yang berujung kekesalan

Dan untukmu, Maafkan aku,
akakmu yang belum bisa membahagiakanmu
Yang belum bisa berbaik hati padamu lebih dari yang ku inginkan
Namun tahukah kau wahai adekku?
Dari hati yang terdalam
Aku sungguh mencintaimu
Aku pun bangga pernah memilkimu..




gwe bukan siscon ato lolicon, ini cuman gwe bikin tulus dari dasar hati gwe. tanpa tambahan pemanis buata  ato juga tanpa syarat apapun juga. satu hal yang gwe ingin dan mungkin juga gwe harapin ke tuhan, semoga adik gwe happy ama seseorang yang mungkin akan menjadikannya teman melewati hari hari panjangnya kelak....


Rabu, 11 Maret 2015

aku share yaa !!! ( cerita metua ke camernya... menyentuh, dikit )

entah rapa lama yaa, aku terpaku termenung, dan mencoba vakum dari dunia tulis menulis ??
aah, lupain... toh juga aku bukan seorang penulis yang hebat dan juga bukan spt JK. rowling ato shakesphere... but whatever.
kali ini gwe ngumpulin data, yaa mungkin terdengar basi ato malah daah bapuk, lapuk dan lekang dimakan waktu dan di hujam oleh hujan. tapi, cuman ini tulisan pembuka aku di 2015... kalo sempet di baca, gwe bangga bgt. tapi kalo ngga Gpp..... masih banyak kok hantu" yg siap nyimak ini !!!

"WARNING"

jones, dilarang baca.... yg maho ato ada orientasi mereng entah ke kiri ato ke kanan. jangan baca juga... ini cuman bekal buat para jawara yg nanti head to head ke camernya.

“Kalau kamu mengerti, aku akan tenang
mempercayakan putriku padamu.”
Untuk orang yang akan menemani putriku,
yang akan menua bersama hingga maut
datang menjemput.
Halo , nak. Sebelumnya aku tidak pernah
bertemu denganmu , tapi aku tahu bagaimana
efek kehadiranmu di hidup putriku karena aku
melihat ada perubahan di diri putriku.
Tahukah kamu kalau dia jadi lebih lama ketika
mandi ? Aku tahu setiap kali ia membawa
berbagai produk kecantikannya masuk ke
kamar mandi , dia pasti akan menghabiskan
waktu yang lama di kamar mandi . Tahukah
kamu dia menghabiskan waktunya di depan
laptop untuk belajar membuat masakan
kesukaanmu? Satu kali , dua kali , tiga kali dia
mencoba dan aku-serta istriku -dan seisi
keluarga sering jadi kelinci percobaannya .
Tahukah kamu bahwa dia sering grogi
sebelum pergi bersamamu ? Dia menghabiskan
waktu berjam -jam di kamarnya cuma memilih
baju terbaik dan dandan secantik mungkin.
Padahal menurutku , apapun yang dipakai
putriku , ia selalu terlihat cantik. Tahukah
kamu bahwa dia sering pulang , masuk ke
rumah dengan senyum yang sangat lebar
setiap kali pulang dari pergi bersamamu ?
Senyum itu dulu cuma jadi milikku dan istriku ,
ketika kami membelikannya boneka
kesukaannya . Senyum itu cuma jadi milikku
dan istriku ketika ia tampil di pentas sekolah
dan berhasil menemukan kami di tengah
keramaian .
Aku tidak marah, aku juga tidak iri. Aku tahu
suatu hari , momen ini akan datang. Momen
dimana aku akan memegang tangannya untuk
yang terakhir kali dan menyerahkannya
kepadamu . Momen dimana aku akan pensiun
jadi pahlawannya dan kamu yang akan
menggantikan peranku itu . Walau aku tahu,
dia akan selalu menganggapku sebagai
pahlawan nomor satu dalam hidupnya. Tapi ,
percayalah , nak. Dia juga akan mengandalkan
dirimu.
Jadi , aku cuma ingin berpesan . Maafkan kalau
aku memang cerewet , tapi percayalah, istriku
bisa menulis sebuah novel 1.000 halaman dan
aku mungkin hanya akan menulis dua sampai
tiga halaman saja . Nak , putriku mungkin
bukan perempuan paling sempurna yang akan
kamu temui di dunia, dia juga bukan
perempuan paling cantik yang mungkin hadir
di hidupmu . Tapi kamu harus yakin dan
percaya sebelum menghabiskan sisa hidupmu
bersama dirinya , dia lah satu - satunya
perempuan yang memang pas dan cocok
untuk hidup bersamamu setiap hari . Yakinkan
dirimu bahwa dia satu - satunya perempuan
yang bisa membantumu menjadi lelaki yang
lebih kuat , lebih baik dan lebih dewasa setiap
hari . Aku tahu, hidup kalian nanti tidak akan
selalu penuh dengan tawa seperti yang kalian
jalani sekarang , tapi aku ingin kalian berdua
tetap memegang erat tangan satu sama lain,
jangan pernah lepaskan , sehebat apapun
badai yang menerpa kalian .
Tolong pertahankan senyum lebar yang selalu
ia pasang setelah bertemu dirimu, karena aku
dan istriku tidak akan selalu di sana untuk
membuatnya tersenyum .
Tolong bantu dia untuk berdiri dan berjalan ,
bahkan berlari ketika dia terjatuh seperti yang
aku dan istriku lakukan ketika dia masih jadi
putri kecil kami.
Tolong tegur dan peringati putriku kalau dia
memang berjalan ke arah yang salah, seperti
yang aku dan istriku lakukan ketika dia salah
mengambil jalan dalam hidup .
Yang terpenting , buat putriku selalu merasa
dia berada di rumah ketika bersamamu . Tidak
ada yang lebih penting selain rumah karena di
sana tempat kalian berteduh, berlindung dan
berkumpul bersama . Rumah adalah tempat
pelarian terakhirmu. Buat dia nyaman , buat
dia bahagia karena aku dan istriku tidak akan
selalu di sini untuk membahagiakannya . Aku
tidak bisa memberikan cinta seperti yang
kamu berikan kepadanya, jadi aku yakin kamu
punya kemampuan untuk mengerti dirinya .
Baiklah , aku sekarang sudah terdengar seperti
istriku . Terima kasih sudah mendengarkan
pesan panjangku ini . Aku sudah lebih lega
sekarang seraya melihat kalian berdua menua
bersama -sama .

Ditulis penuh rasa syukur dan bahagia ,
Calon Ayah Mertuamu.

Minggu, 12 Januari 2014

hidup

melihat ke keatas dan kebawah, memperhatikan di samping kiri dan samping kanan kita, sekali kali juga menoleh ke belakang. semua terasa sangat menyenangkan, yaa sangat menyenangkan. terkadang pula terselip rasa marah, sedih, haru, sakit hati, dan ditambah juga bumbu kekecewaan.
tapi, itulah aku dalam menelusuri rumitnya labirin hidup ini. aku gaa pernah tau apa yang akan aku temukan di setiap tikungan yang aku lewati, baik itu sebuah kejutan yang menyenangkan, ato jalan buntu yang mengharuskan kita untuk menelusuri dan mengingat ingat kembali apa yang telah kita lalui.
melihat kamu tersenyum, adalah satu bentuk berkah nyata yang tuhan berikan ke aku, mendengarkan pujian darimu, menghadapi kemarahan dan omelan  mu yang kadang gaa mengenakan hati dan telingaku membuat terkadang aku menjadi manusia yang paling gaa berguna dimuka bumi ini. tapi semua aku lalui dengan penuh kegembiraan.
aku percaya, kalo kamu itu marah marah ke aku pasti ada sebuah kesalahan yang sengaja aku buat, dan aku yakin, kamu marah marah seperti itu. karena kamu tau aku ini masih layak buat diberikan pelajaran, guna menghadapi hidupku yang lumayan panjang nanti. asal kamu tau, kamu itu seperti bingkisan parcel. yaa sebuah parcel yang tuhan kirimkan dengan penuh rasa cinta dan tulus ke aku. kamu itu sebuah parcel yang sangat istimewa, sehingga aku merasa akan teramat bersalah jika aku membuka bingkisan yang begitu indah itu. dan kadang asal kamu tau, perasaan aku pas jalan ama kamu seperti main petasan. aku sangat takut untuk mencobanya, tapi setelah mengetahui hal itu sangat menyenangkan, maka aku terus lakukan. meskipun aku tau itu juga masih sangat berbahaya.

Selasa, 31 Desember 2013

tahun baru, duduk sejenak aah !!

edeeh, gaa kerasa 2014 akhirnya nongol.

kadang gwe gaa pengen sesuatu yang baru tiba tiba nyesek ke kehidupan gwe (kayak habis makan ayam. tuuh daging biasanya ikutan nyangkut di gigi.) dan, ada kiranya gwe ragu bin bimbang gundah gulana dalam nentuin apa yg gwe harus hadapi di 365 hari kemudian dan kalo di pikir pikir, kenapa yaa 1 tahun itu 365 hari, gwe juga bingung ( udah siih, gwe tanya ke dukun #1 didunia permayaan. si "Mbah Google") tapi tetep aja bikin gwe itu was was seperti acara imfotaiment gaa jelas dipagi hari.

sebelom gwe mulai ritual, gwe moo sedikit ngenang hari hari konyol apa apa aja yg udah gwe lakuin di taon 2013 ( sebenernya siih agak berat buat nginget nginget lagi, tapi dari pada gwe kelupaan. ini juga gwe ngetik sambil lihat catetan gwe )
hedeh, ternyata banyak bgt, catetan gwe yg setebel yellow pages bikin gwe males. tapi gwe coba buat urai satu persatu ( ketimbang nanti kebawa banjir ato ketinggalan disuatu tempat antah berantah. gwe bela belain daah buat nulis ini )

(percakapan sel sel saraf di otak gwe yang mulai terhubung. )
sel saraf : pemancar terhubung kapten !!! bersiap untuk meng upload data !!!
otak: diterima prajurit, hubungkan aku dingan organ mata dan tangan !!!
mata: yes sir !!!
tangan: aye, kapten, bersiap untuk berlayar !!
otak: dengar keledai keledai tolol, ini adalah misi pertama kita di tahun yang baru !! lakukan dengan benar, ato gaji kalian aku "POTONG" !!!
 saraf, mata, tangan : jangan pak !! kasian anak bini kami !!!
otak: masa bodo, ayo !!! prajurit, "SERANG" !!!!!!

maka, disanalah seluruh komponen dikepala gwe bekerja, seperti kapten "Hayato Tani" yang menginstruksikan pasukannya untuk menyerang "Benteng Takeshi"
informasi tentang buat kamu kamu yang selama ini suka minuman bersoda 

Segeralah kamu katakan "STOP" karena berdasarkan penelitian di laboratorium Pusat Pengetahuan dan Teknologi , ternyata minuman bersoda banyak mengandung efek bahaya untuk kesehatan kita semua (Prof. Dr. Beyes ).
Banyak dari kita yang tidak menyadari mengkonsumsi soda secara berlebihan akan berdampak buruk bagi tubuh, dengan kadar kadar gula dan kafein tinggi diikuti jumlah kalori berlebihan bisa menyebabkan penyakit diabets dan jantung.

Sebagian dari kita menganggap adalah hal biasa untuk mengonsumsi kafein ketika meminum obat atau tidak masalah bila berat badan bertambah setelah mengonsumsi minuman dengan pemanis. Namun, dampak jangka panjang bila Anda mengonsumsi minuman bersoda secara teratur jelas tidak bisa diabaikan.

Berikut ini efek yang ditimbulkan karena terlalu sering mengkonsumsi minuman soda :


1. Menjadi gemuk
Menurut penelitian Nurse’s Health Study, yang memantau kesehatan 90.000 wanita selama delapan tahun, minum soda setiap hari dalam sepekan akan menambah berat badan 4,5 kilogram selama empat tahun. 




2. Penyakit Jantung
 
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2007 dalam jurnal Circulation dari American Heart Association, subjek penelitian yang minum soda setiap hari selama empat tahun memiliki kesempatan 25 persen untuk mengembangkan tingkat gula darah tinggi. Mereka juga kemungkinan 32 persen lebih besar untuk mengembangkan kadar kolesterol “baik” yang lebih rendah.

Nurse’s Health Study juga menemukan bahwa wanita yang minum lebih dari dua minuman manis setiap hari memiliki risiko 40 persen lebih tinggi terhadap serangan jantung atau kematian akibat penyakit jantung daripada mereka yang jarang meneguk minuman manis. 





3. Penyakit Diabetes
Hasil Nurses ‘Health Study mengungkap bahwa wanita yang mengatakan mereka minum satu atau lebih porsi minuman ringan dengan pemanis atau minuman buah setiap hari, kemungkinan dua kali lipat lebih untuk mengembangkan diabetes tipe 2 selama studi dilakukan daripada mereka yang jarang mengonsumsi minuman tersebut. 


4. Efek soda diet pun sama
Beberapa penelitian, termasuk studi 2007 yang diterbitkan jurnal Circulation, menunjukkan bahwa soda diet juga memiliki beberapa efek yang sama pada kesehatan seperti soda biasa, meski produk ini mengklaim tidak ada atau mengandung sangat sedikit gula. (okezone) 


5. Berbahaya bagi tulang
Sebuah penelitian dari Creighton University Osteoporosis Research Center menyebutkan, ada dua alasan yang membuat para peminum soda tidak memiliki kualitas tulang yang baik. Pertama, zat kimia dalam soda menyebabkan kalsium yang semestinya disimpan di dalam tubuh menjadi terbuang. Alasan lain karena orang-orang yang senang minum soda cenderung enggan mengonsumsi minuman yang kaya akan kalsium. Jika diminta untuk memilih antara soda atau susu, lebih banyak orang memilih soda. 



6. Merusak gigi
Dengan kandungan zat pemanis buatan yang begitu kaya, soda dapat menyebabkan kerusakan pada gigi. Gula dalam minuman bersoda merupakan santapan lezat bagi bakteri alami dalam mulut. Gula ini digantikan dengan zat asam yang melemahkan lapisan enamel pada gigi. Para ilmuwan percaya, soda menjadi biang kerok dari gigi berlubang pada anak-anak, selain karena permen dan cokelat. 
      


 7. Mengandung kafein
Siapa bilang kafein hanya terkandung dalam susu? Soda juga kaya akan kandungan kafein yang dapat menyebabkan insomnia, gangguan pencernaan, serta ketidakteraturan detak jantung dan nafas. 
  

8. Kaya akan zat kimia
Minuman bersoda diperkaya akan pemanis buatan yang konon bersifat carcinogenic atau dapat menyebabkan kanker. Selain pada zat pemanis, agen kanker dalam minuman soda juga terdapat pada pewarnanya. Baru-baru ini sejumlah produsen minuman soda sepakat untuk tidak lagi menggunakan zat pewarna tertentu untuk mengurangi resiko penyakit kanker. 

  
 







Senin, 30 Desember 2013

lihatlah lebih jauh

waktu itu gaa bisa dikembaliin, walau sedetikpun. begitu berharganya. sehingga kita harus benar benar bisa memanfaatkannya.
andai waktu itu bisa di kembalikan, andai tuhan membuka lorong waktu ke masa lalu buat aku ( ngarep  buanget, emang bisa ??) aku cuman ingin 1 hal aja sebagai mananya keinginan sebagai mana sekuat keinginan david si manusia "android" untuk bertemu dengan ibunya, walau hanya sehari aja.
untuk kekasih hatiku, sekaligus guru terhebatku, yang sering aku anggap seperti kakak aku juga, yang sering ngajari aku tentang segala hal yang ada didunia ini. untukmu yang aku selalu percaya ( selain Tuhan, dan orang tuaku ) aku ingin banget, kalo bisa aku liat kamu ketawa walau untuk 1 detik aja.

for my beloved Dian,
this is for you....
foe every single second when you were with me ,
i never heard you cry, i never saw you open your eyes,
 i could never touch you again, but you'll be with me forever,
I LOVE YOU, sis...
you'll be my savior in heaven...

~emang apa yang bisa aku inginkan lagi ?? kau bilang aku harus bangkit buat lanjutin perjalanan aku mewarnai dunia ini !! tapi begonya, kamu tuuh gaa pernah ngasih aku petunjuk sedikit aja. biar aku bisa tau apa yang akan aku perbuat nanti.
~kau itu sering banget bilang, kalo jangan terlalu tergesa gesa. buktinya kamu itu pergi gaa bilang bilang juga ( gaa adil bgt )
~setiap langkah di dunia, setiap tarikan nafasmu adalah anugrah yang harus kamu syukuri tiap hari. bagiku, tiap langkah dan tiap aku bernafas itu hanya aku pakai buat belajar memahami sesuatu. dan sampai sekarang juga aku masih bingung apa sesuatu yang harus aku pelajari ?? dan kenapa aku ada disini ???
~tuhan itu ada ( aku percaya itu ) tapi anehnya kenapa kita menyebutnya berbeda ?? itu yang selalu menyiksa di kepala aku !!
~kamu bilang, orang bego adalah orang yang gaa bisa mensyukuri. dan aku selalu bilang, haruskah kita bersyukur. sementara kita aja masih susah ( apa kesusahan itu perlu di syukuri ?? )
~hidup kita itu cuman sekali, batas waktu kita disini aja kita gaa tau ( jangan pikirkan itu ) jadi disela sela kehidupan yang gaa jelas ini, kamu berbuatlah yang terbaik buat dirimu.
~aku gaa nyesel ama keadaan fisik aku, aku gaa nyesel karena aku bodoh, aku ngga nyesel kalo aku jalani hidup serba kekurangan, tapi. 1 hal yang bikin aku menyesal sampai sekarang, aku menyesal karena udah ketemu ama 1 orang guru hebat seperti kamu.
~jangan salahkan tuhan yang udah menempatkan kamu dalam situasi seperti ini, tapi syukurilah. karena tuhan itu punya rencana yang indah di akhir episodenya ( sama seperti dongeng anak anak, Dia adalah penulis yang hebat ) jadi kamu cukup menjalani dengan semangat.