Jumat, 14 September 2012

Jangan Lupakan Bersyukur Wahai Sahabatku

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.


Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang pada
mereka yang juga bersyukur akan masa surut.

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif. Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu.

Ketika Aku Tua Nanti....

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?
Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tekhnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur
Dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

Obat Penawar Derita

Sering kali beban penderitaan yang begitu berat kita rasakan, lebih dikarenakan diri kita sendiri yang terlalu terpaku pada masalah-masalah yang ada dan melupakan sukacita yang ada di sekitar kita. Cobalah belajar untuk mencampurkan sedikit demi sedikit penderitaan pada air kehidupan yang jernih, luas, dan berisi sukacita kita. Dengan begitu, beban hidup kita akan terasa lebih ringan.

sahabat sahabat aku semua, kalo kalian mampir di sini bacalah ini, agar kalian yang selalu mengeluh kalo apa yang kalian sering bilang hidup itu sungguh tidak adil, bahwasanya itu tak ada sama sekali.

Alkisah, ada seorang ibu muda yang sudah berhari-hari tidak makan, hingga tubuhnya semakin kurus saja. Seorang tabib tua memeriksa denyut nadinya, lalu berkata: “Anda memendam begitu banyak masalah dalam hati Anda, sehingga badan menjadi lemah. Karena sebenarnya Anda tidak memiliki penyakit yang parah.”
Setelah mendengar diagnosis sang tabib, ibu muda itu merasa sangat lega seperti terlepas dari beban berat. Kemudian, ibu muda itu pun menceritakan semua masalahnya pada sang tabib. Tabib tua pun bertanya, “Bagaimana perasaan suami Anda terhadap Anda?”
Si ibu muda menjawab dengan tersenyum, “Sangat menyayangi saya.” Tabib tua bertanya lagi, “Apakah punya anak?” Dengan penuh ceria si ibu muda menjawab, “Ada, seorang putri, sangat pengertian….”
Selagi tadi bertanya, sang tabib pun menuliskan sesuatu. Setelahnya, ia memperlihatkan tulisannya di dua kertas pada si ibu muda itu. Lembar yang satu bertuliskan masalah si ibu muda, dan lembaran yang lain berisikan sukacita si ibu muda.
Kemudian, sang tabib berkata pada si ibu muda, “Kedua kertas ini adalah resep obat untuk penyakit Anda, Anda mencatat semua masalah yang Anda hadapi, dan melupakan sukacita di sekitar Anda.”
Sambil berkata begitu, sang tabib tua menyuruh muridnya membawakan sebaskom air dan tinta. Setelah itu, sang tabib meneteskan tinta hitam ke dalam air yang jernih. Terlihat warna hijau muda dari tetesan tinta yang mulai menyebar ke seluruh permukaan air.
Dan dalam sekejap, tinta itu tak terlihat lagi. Sang tabib berkata lagi, “Ketika tinta hitam masuk ke dalam air, warnanya akan memudar. Bukankah kehidupan kita juga begitu?”

Jika kamu berdoa, jangan meminta kehidupan yang mudah, tetapi mintalah kepada tuhan untuk menjadikanmu pribadi yang kuat.

kita pasti khan sering berdoa kepada tuhan seperti itu  ?! kita sujud di hadapannya sambil menengadahkan ke dua tangan kita, dalam hati yang paling dalam kita memohon "Tuhan, dengarkanlah permintaan hambamu ini, mudahkanlah hidup hamba, berilah hamba rezeki yang melimpah dan kesehatan yang selalu terjaga, dan jauhkanlah semua halang rintang yang menghalangi diri hamba dalam menjalani hidup ini. tuhan aku mohon kabulkanlah permintaan hamba..... (amin)"
menurut aku, ketimbang kita memintaa begitu banyak, apa lebih baik kita hanya meminta satu, yaa satu saja kepada tuhan, agar kita bisa jadi seorang pribadi yang kuat dan mampu menghadapi semua cobaan yang pasti akan dan selalu datang kehadapan kita.

kau pernah dengar istilah "Life is like a roller coaster" ?? begitulah orang orang barat selalu berfikir, tapi aku kurang gitu setuju kalo istilah itu dipake disini ("Indonesia") karena gwe tau, kita masi banyak mengeluh, selalu aja meminta tanpa sadar kalo sekali kali kita juga harus memberi ke sesama kita. yaa sewaktu kita sadar giliran memberi pas pada :

~ Tanggal 1 ato awal bulan, para pimpinan ato boss memberikan hak kepada sipekerja ato karyawannya. ( sebab kalo engga, mereka pasti bakal dicaci, dan lebih parahnya lagi di demo daah habis habisan sampe sampe bawa wartawan ato lebih parah lagi manggil massa yang gaa jelas dari mana asalnya.)

~ Hari raya ato di depan orang yang dicintai. ( ya iyalah, kalo pas hari raya kita gaa ngasih fakir miskin ato anak yatim sumbangan kita bisa bisa dikurangi pahalanya, kita bisa di cap "PELIT" dan lebih parahnya lagi di cemooh sebagai orang yang "Super Duper Wuper Kikir" juga pas ama pacar kita ato orang yang lagi kita taksir ada di acara amal, kita gaa pake segan ngeluarin uang dengan nominal yang lumayan banyak "hanya" demi menarik perhatiannya. yach, agar kita disangka dermawan dan murah hati, gitu. )

~ Buang sial ato perbaiki nama baik ( wohoho, inilah yang akhir akhir ini aku lihat dikalangan temen aku, mereka kasi pengemis dijalanan dengan alesan cuman buang sial <WTF> sial itu khan karena kesalahan kita juga, untung juga sama. apa yang kita perbuat yaa itulah yang akan kita terima jadi gaa ada dong alesan kasi uang cuman dengan alesan buang sial [ hehehehe, bisa bisa yg nerima uang yg kita beri jadi sial dong?! ] perbaikin nama baik, emang loe langsung dicap jadi orang baik setelah ngelakuin hal jahat spt mencuri, ato malakin hanya dengan ngasi gembel ato nyumbang kepanti asuhan ?! yaa enggalah !!! loe di katakan baik karena loe bisa tobat dan nyadari apa kesalahan loe sendiri dan janji gaa bakal ngulangi lagi )

jadi di "Indonesia" yang kita cintai gaa cocok kalo bilang "Life is like a Roller coaster" jadi  lebih enak di bilang "Hidup itu seperti mengendaradi sepeda. Untuk menjaga keseimbangan, sepeda harus terus berjalan. Demikian pula hidup ini." yaa khan ?! cocok untuk kita yang mengutamakan "Alon - alon asal kelakon".

Senin, 10 September 2012

jika kamu dapat memipikannya, tentu aja kau dapat melakukannya !!

entah apa yg aku pikirkan bisa bisanya aku nulis kayak gitu ?!

guy's tau gaa, kapan kita ada di puncak ato juga kapan kita ada di bawah ?? banyak kok orang yg ada dibawah ngelewati hari harinya cuman dengan mengeluh ato membayangkan masa masa kejayaannya dulu, padahal dari pada kita cuman mikirin itu itu doang, lebih baik kita coba deeh (iseng) juga ga kenapa yg penting kita berusaha buat maju, gaa cuman lewati hari dengan ngeluh gaa jelas ato mengharap belas kasihan seperti orang yg gaa berguna.
aku pernah dengar temen aku bilang gini "manusia itu terbentuk dari keyakinan, apa yang dia yakini. itulah dia" sight,..... lama aku bengong di bilangi kata kata itu (kalo orang lain biasanya cuek cuek bebek aja) mungkin kalian anggap aku aneh, kok kata segitunya dipikirin seserius banget, ato terbesit juga bahwa aku dianggap bego. karena kelamaan mikir, tapi dari kata itulah aku mulai melangkah, aku mulai merencanakan masa depan aku yg gaa bakal lama lagi "kalo manusia itu harus yakin dan benar benar melakukan sesuai dengan keyakinannya, jangan cuman asal ikut ikutan ato sekedar aji mumpung aja" karena banyak contoh orang yg aku kenal mereka yakin, dengan apa yg mereka pegang, dan mereka tekun buat menjalankan hal apa yg mereka yakini itu.
tadi, aku nonton pertunjukan wayang "Ceng~Blonk" yg kebetulang baru di beli ama adik aku, walau yg abal abal tapi bagus juga kok ( don't try at home yaa ) waktu 2 orang purnawakan berdialog tentang kebahagiaan dia berkata seperti ini :
Jika kamu ingin bahagia 1 jam, maka tidurlah.
Jika kamu ingin bahagia 1 hari, maka pergilah piknik.
Jika kamu ingin bahagia 1 minggu, maka pergilah berlibur.
Jika kamu ingin bahagia 1 bulan, maka menikahlah.
Jika kamu ingin bahagia 1 tahun, maka warisilah kekayaan.
Jika kamu ingin bahagia seumur hidup anda ( aku berfikir lagi, gimana cara kita bisa bahagia seumur hidup kita ?? ) caranya gampang, cintailah apa yang kamu kerjakan. lakukanlah semua dengan cinta dan tulus, maka kamu akan selalu merasa bahagia seumur hidupmu.